Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 April 2017

KISAH NYATA: ASTAGHFIRULLAH...SI ANAK MENJADI BUAYA KARENA DURHAKA!! SHARE...



Seorang anak yang durhaka kepada ibunya. Dia tidak hanya suka teriak-teriak di wajahnya, akan tetapi suka mencaci-maki. Ibunya yang telah tua, seringkali berdoa kepada Allah SWT agar Allah meringankan kekerasan dan kekejaman anaknya. Dia menjadikan ibunya sebagai pembantu yang membantu dan mengurusi semua  kebutuhannya, sedangkan ibunya sendiri 

tidak membutuhkan pengurusan dan bantuannya. Betapa sering air matanya mengalir di kedua pipinya, berdoa kepada Allah SWT agar belahan hatinya mendapat hidayah sehingga menjadi anak yang berbakti pada orang tua.Pada suatu hari si-anak menemui ibunya dengan raut wajah beram yang terlihat dari colot mata dan alis yang menyatu. Si-anak berteriak-teriak tepat di wajah ibunya, “Apakah ibu tak menyiapkan makanan ku?” Dengan segera ibunya mempersiapkan dan menghidangkan makanan si-anak. Akan tetapi, tatkala si-anak melihat makanan yang tidak disukai, bukan tetap memakannya, namun malah ia lemparkan ke tanah.

Si-anak marah dan berkata dengan nada yang kumprang, “Sungguh, aku kena musibah dengan wanita yang sudah tua renta, aku tidak tahu, kapan aku bisa berlepas diri tua renta ini.” Ibunya menangis seraya berkata, “Wahai anakku, takutlah kamu kepada Allah terhadapku. Tidakkah kamu takut kepadaAllah? Tidakkah kamu takut akan murka dan kemarahanNya?”. Karena  mendengar kata-kata ibunya tersebut, maka kemarahan si-anak pun semakin menjadi, si-anak memegang baju ibunya dan mengangkatnya. Dia mengguncang-guncang ibunya dengan kuat seraya menghardik, “Dengar, aku tidak mau dinasihati. Bukan aku yang mesti dibilang harus bertakwa kepada Allah.”ank durhaka.Kemudian si-anak melempar ibunya yang telah tua renta itu. Ibunya-pun jatuh tersungkur. Tangis ibunya bercampur dengan tawa si-anak yang penuh dengan kepongahan seraya mengatakan, “Ibu pasti akan mendoakan kecelakaan bagiku. Ibu mengira Allah akan mengabulkannya.” Kemudian si-anak keluar rumah sambil mengolok-olok ibunya. Sementara sang ibu, ia berlinangan air mata kesedihan, menangis siang dan malam tiada henti Adapun anaknya, dia pergi menaiki mobilnya. Bergembira dan bersuka cita sambil mendengarkan musik yang ia anggap kenyamanan dalam hidupnya. Si-anak melaju dengan mobil yang ramai karena suara musiknya. Dia lupa akan apa yang telah dia perbuat terhadap ibunya yang sejak kecil merawat, membesarkan dengan kasih sayang. Dia meninggalkan ibunya dalam keadaan bersedih hati sendirian, hatinya menelan rasa sakit, mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

  
Tatkala mobilnya melaju di jalan raya dengan kecepatan membabi buta, tiba-tiba ada seekor hewan berada di tengah jalan. Dia terguncang dan kehilangan keseimbangan. Dia mencoba untuk mengendalikan situasi, akan tetapi tidak ada jalan keluar dari takdir. Celakalah, mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut terjungkal, merungsuk keluar jalan, tanpa ia sadari, ada potongan besi mobil yang masuk ke dalam perutnya, namun dia tidak seketika 


kehilangan nyawanya. Allah SWT menangguhkan kematiannya. Dia berpindah dari operasi satu ke operasi yang lain, hingga akhirnya terbaring di tempat tidur, tidak bisa bergerak sama sekali. (Aqibah Uquq al-Walidain, hal. 69-71.)

Kamis, 16 Februari 2017

Masih Ingat Dengan Kakek Penjual Donat Yang Ditipu Uang Mainan? Kini Ia Peroleh Rezeki Tak Terduga

Cerita kakek penjual donat yang ditipu pembelinya dengan uang mainan memang membuat sebagian besar netizen geram sekaligus kasihan. Ternyata masih ada orang yang berniat jahat terhadap kakek yang telah renta dan berusaha mencari rezeki halal tersebut. Namun meski demikian, sang kakek berusaha untuk mengikhlaskan kerugian yang cukup besar baginya itu.


Kini, wajah sang kakek kembali ceria setelah seorang ibu bernama Sunarti sengaja mendatanginya untuk menyerahkan sejumlah uang dari yang merasa iba dengan kisah kakek tersebut. Betapa bahagianya sang kakek penjual donat karena rezeki yang didapatnya jauh lebih banyak dari kerugiannya dahulu saat ditipu. 

Dirinya tidak menyangka jika dibalik musibah terdapat hikmah yang berbuah manis. Diketahui bahwa kakek itu bernama Pak Fadly dan merupakan seorang warga Batam. Kisah Pak Fadly semakin tersebar di media sosial Facebook dan banyak hati yang tergugah. 

Bu Sunarti yang merupakan kenalan Pak Fadly di Rohul kemudian berusaha mencari keberadaan penjual donat tersebut dan akhirnya menemukannya. Siapa yang menyangka dari postingan sederhana unggahan Hasanah Anna, kakek itu pun memperoleh rezeki yang tidak disangka­-sangka.

Selasa, 14 Februari 2017

“Surga Untukmu Bu” Sedih Melihat Bayi Ini Mencium Ibunya yang Meninggal Setelah Melahirkannya

Surga ditelapak kaki ibu, itulah sebuah peribahasa yang menyampaikan pesan bahwa begitu besarnya perjuangan seorang ibu untuk anaknya. Seperti dialami seorang ibu muda yang baru saja melahirkan anak pertamanya ini.Kisahnya menjadi viral setelah foto-fotonya tersebar di media sosial facebook.

Ibu muda yang diketahui bernama Nadia Kasim ini meninggal dunia setelah berjuang melahirkan putri pertamanya.

Foto-fotonya telah dibagikan oleh beberapa pengguna Facebook.

Seperti pada foto yang diunggah oleh akun facebook bernama Echa Tahili.
Pada tanggal 17 Januari lalu Echa mengunggah foto Nadia Kasim yang sudah tiada dengan disebelahnya seorang putri yang baru saja dilahirkan.

Dalam foto tersebut Echa menuliskan 'Selamat jalan de Nadia Kasim surga menanti mu...
Dan ade bayi afifa yg di tinggal mama tersayang moga menjadi anak yg soleha....'
Echa mengunggah beberapa foto saat Nadia sudah tiada.

Postingannya itu pun sudah disukai oleh 20 ribu pengguna facebook, dan dibagikan oleh lebih dari 10ribu pengguna facebook.

Bukan hanya itu, postingannya pun dibanjiri komentar yang mendoakan mendiang Nadia Kasim.

Berikut sedikit ulasan apabila seorang ibu yang wafat karena melahirkan tetapi syaratnya harus islam dulu J

Hadis lain yang menunjukkan adalah riwayat An-Nasai berikut ini;

سنن النسائي (10/ 239)
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَمْسٌ مَنْ قُبِضَ فِي شَيْءٍ مِنْهُنَّ فَهُوَ شَهِيدٌ الْمَقْتُولُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْمَطْعُونُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالنُّفَسَاءُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ

Dari 'Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lima hal yang jika seseorang mati pada sebagian darinya maka ia syahid, yaitu orang yang terbunuh dijalan Allah adalah orang yang syahid, orang yang tenggelam dijalan Allah adalah orang yang syahid, orang yang sakit perut dijalan Allah adalah orang yang syahid, orang yang terkena terkena sakit pes dijalan Allah adalah orang yang syahid, dan orang yang mati ketika melahirkan di jalan Allah adalah orang yang syahid."(H.R. An-Nasai)

Hadis ini lebih lugas menjelaskan bahwa wanita yang wafat karena nifas, yakni setelah melahirkan anak maka dia dihitung syuhada'.

BACA JUGA :

Kamis, 09 Februari 2017

Petani yang Tak Tamat SD Ini Nikahi Bule Asal Jerman. Begini Kisahnya

Jodoh itu rezeki, namun kapan dan bagaimana bertemunya itu misteri.
Jodoh merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan hanya berada di tangan-Nya.
Jodoh kadang datang melalui cara tidak disangka-sangka dan tidak bisa diterka.
Sumardin, pemuda asal Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mungkin tak pernah menyangka jika jodohnya adalah seorang bule.

Selasa (17/1/2017) kemarin, pemuda berusia 29 tahun itu melangsungkan akad nikah dengan Ermina Fransica, wanita lebih tua enam tahun dari usianya, di Kantor Urusan Agama Masamba.
Ermina adalah wanita berusia 35 tahun asal Würzburg, sebuah kota otonom di Bayern, Jerman.
Bayangkan, jarak Würzburg dengan Masamba, berdasarkan peta elektronik, mencapai 11,6 ribu kilometer.
Jarak itu setara dengan 35 kali lipat jarak Masamba dengan Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.
Masamba dengan Makassar berjarak 324 kilometer.
Seperti peribahasa, asam di gunung garam di laut bertemu dalam satu belanga.
Maksud dari peribahasa itu adalah jodoh seseorang bisa saja berasal dari tempat yang jauh, tetapi bertemu juga.
"Ini sudah jodoh kami," kata Sumardin, singkat.
Sebelum mereka menghalalkan hubungan, seperti gaya hidup pemuda-pemudi masa kini, mereka juga sempat menjalani masa pacaran selama beberapa bulan.
Mereka pun akhirnya memutuskan naik ke pelaminan setelah merasa hatinya bisa disatukan.






Sumardin dan Ermina yang ditemui TribunLutra.com di kediamannya di Baloli, mengatakan awal pertemuan mereka terjadi saat Ermina berkunjung ke Baloli.
Di desa yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari pusat Kota Masamba, ibu kota Luwu Utara itu, Ermina bersama beberapa rekannya mendirikan sebuah Rumah Pohon, rumah untuk tempat belajar bahasa Inggris untuk warga setempat.
"Awal bulan tiga (2016) saya datang di sini (Baloli) tinggal di rumah Adnan (rekannya) untuk project Rumah Pohon," kata Ermina dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Rumah Pohon di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, saat diabadikan, Kamis (21/7/2016)
Rumah Pohon di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, saat diabadikan, Kamis (21/7/2016).
Dalam project Rumah Pohon itu tersebut Sumardin juga ikut menjadi penggiat.
Aktivitas sebagai penggiat Rumah Pohon menjadi sambilan, dimana pekerjaan sehari-hari Sumardin adalah mengelola kebun.
Pekerjaan itu dilakoni karena pendidikan rendah.
"Saya tidak tamat SD (sekolah dasar)," kata Sumardin.
endati pendidikannya rendah, namun jiwa sosial Sumardin tinggi.
Semangatnya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa bagi warga masyarakat di desanya tak pernah pudar.
Sama dengan istrinya kini.
Semangat, jiwa yang ditumpahkan di Rumah Pohon membuat mereka bisa menyatu.
"Di situ awalnya kita mulai kenalan," katanya.
Setelah berpacaran beberapa bulan, hasrat untuk hidup bersama selamanya timbul pada bulan September 2016.
"Pada bulan sembilan (September), kami mengurus berbagai persyaratan untuk bisa menikah," katanya.
Sebelum menikah, Ermina memutuskan menjadi mualaf.
Saat akad nikah, Sumardin mengenakan kopiah, sementara Ermina mengenakan kerudung.
Kepala KUA Masamba, Hatta Yasin, membenarkan pernikahan keduanya.

Rabu, 08 Februari 2017

Mengharukan, Biaya Menikah Cuma Habis 2 Juta, Alasan Pasangan Ini Sungguh Luar Biasa

Kalau cuma mengadakan pesta pernikahan yang mewah, pasangan ini mengaku mampu. Namun ternyata bukan itu yang mereka cari.

Ketulusan cinta seorang memang tidak bisa diukur dengan materi. Pelaminan yang megah dan gaun yang cantik, serta pesta pernikahan yang mewah tidak bisa menjadi alat ukur ketulusan dan kesetiaan cinta seseorang.

Sebab memang banyak pasangan pengantin tulus saling mencintai, meski pun pesta pernikahan mereka sederhana dan minim biaya. Selain faktor ketidaktersediaan, beberapa pasangan memang memilih mengadakan pesta menghalalkan satu sama lain Kejadian seperti ini dilakukan oleh sepasang kekasih Muhammad Fadhil Isa dan Siti Norazlin Salim. Kedua mempelai yang saling mencintai ini melangsungkan pernikahannya dengan sangat sederhana.
Tanpa pelaminan mewah dan pesta yang meriah, kedua pasangan ini hanya

melangsungkan akad nikahnya di masjid. Bahkan keluarga dan kerabat dekat yang hadir menyantap makan siang di sebuah warung makan sederhana.

Kedua mempelai ini menuturkan bahwa keduanya hanya menghabiskan sekitar Rp 2 juta untuk hari istimewanya tersebut. Uang Rp 300 ribu digunakan untuk mahar pernikahan, Rp 700 ribu untuk penghulu dan Rp 1 juta untuk makan bersama seluruh peserta yang hadir di rumah makan.

Fadhil mengaku memilih pesta pernikahan yang sederhana pada Oktober tahun lalu, bukan karena ia tak memiliki cukup uang, melainkan karena keduanya percaya bahwa keberkahan pengantin tidak terletak pada seberapa meriah pesta pernikahannya, sehingga keduanya memutuskan memanfaatkan uang simpanan sebagai bekal rumah tangga.

Pasangan pengantin asal Negeri Jiran ini bahkan menuturkan bahwa ia bisa saja mengadakan pesta yang meriah, namun ia merasa itu bukan inti dari pernikahannya.

Setelah setahun lamanya, Fadhil kembali menceritakan kisah pernikahannya tersebut pada Jumat (1/4) lalu. Ia hanya ingin berbagi kesederhanaan momen pernikahannya, melihat maraknya pemberitaan adanya pasangan pengantin yang gagal menikah hanya karena uang mahar yang kurang.

“Betul saya kawin dengan murah? Iya memang. Pernikahan kami berlangsung dengan biaya tak lebih dari 2 juta. Bahkan beberapa rekan saya yang menjadi fotografer dan panitia pembantu pengantin kami belikan nasi box KFC,” ujar Fadhil sembari mengunggah foto pernikahannya setahun silam.

Sumber: cerminan.com

MERINDING,!!! Inilah Ucapan Tukang Kebun Soekarno, yang Membuat Banyak Orang Meneteskan Air Mata

Negara Indonesia adalah salah satu negara di Asia tenggara yang terluas. Untuk itu banyak sekali sumber daya alam dan keaneka ragaman budaya, suku, dan bahasa di Indonesia. Kekayaan itulah yang membuat banyak negara mengincarnya puluhan tahun silam.


Para pejuang, berjuang merebut negara kita dari tangan penjajah dan Soekarno menjadi presiden pertama di Indonesia yang berhasil memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Tukang Kebun Soekarno pun juga menjadi salah satu saksi saat kemerdekaan lalu. Seperti inilah kisahnya

Arsilan masih terlihat gagah di usianya yang telah senja. Ia tampak memakai topi baret merah dengan baju tentara loreng dengan tulisan Markas Besar Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (Mabes PKRI).
Kakek yang lahir tahun 1924 ini menempati rumah kecil berkuran 2X3 meter yang dibangun di trotoar pagar kawasan taman tugu proklamasi. Arsilan merupakan tukang kebun Bung Karno. Ia seorang saksi mata proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Di sisa-sisa ingatannya, bapak empat anak ini menceritakan kenangannya terkait hari proklamasi Indonesia itu.

Pembacaan proklamasi itu dilakukan di depan rumah Bung Karno yang kini menjadi area tugu proklamasi. Saat itu, belum ada tiang bendera dari besi. Tiang yang dijadikan untuk pengibaran bendera terbuat dari bambu, disiapkan satu hari sebelumnya atau 16 Agustus
1945.

"Tiangnya dari bambu, orang tua saya yang beli di Manggarai. Bung Karno yang nyuruh tiangnya ditanam di sini (posisi tiang bendera)," katanya saat berbincang di depan kediamannya Pria asal serang ini menceritakan, sekitar seribuan warga yang hadir pada saat itu.

Arsilan sendiri berdiri dengan jarak sekitar 10 meter dari posisi berdiri Bung Karno. Banyak pejuang yang menangis. Sementara rakyat juga banyak yang masih merasa takut. "Ucapan bung Karno waktu membacakan, bapak mendengar dan melihat?. Banyak yang nangis, ingat kesusahan waktu zaman Belanda, ingat banyak yang mati, pakaian dari karung, susah makan," katanya.

"Setelah Bung Karno bilang merdeka, semua teriak merdeka. Rakyat kan masih takut, baru ditinggal penjajah." Pria asal Serang, Banten ini juga masih ingat saat dia melihat Ibu Fatmawati menjahit bendera sangsaka merah putih. Saat itu, Fatmawati tengah berbadan dua atau hamil. Ia menjahit di teras rumah.

"Di teras rumah, jahitnya, lagi hamil. Saya lihat menjahitnya saya lihat," katanya.

Di pagi 17 agustus tahun lalu, Arsilan melaksanakan upacara bendera di tugu proklamasi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditanya bagaimana perbandingan dengan nuansa upacara 17 Agustus saat ini, ia menyebut bahwa upacara bendera kini hanya tiruan saja.

"Sekarang cuma tiruan," ujarnya, seperti dikutip dari laman detik.com

Memang, beda sekali antara jaman dulu dan sekarang. Para pejuang kita berjuang mati-matian demi mempertahankan Negara Indonesia. Kita yang hanya bisa memetik hasilnya harus mempertahankan apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita dan selalu memunculkan rasa patriotisme dalam diri kita. Semoga bermanfaat.

[sumber: wajib baca.com]

Selasa, 07 Februari 2017

Kasihan, Begini Kondisi Uus di Rumah Sakit Usai Dipecat 2 Stasiun TV

Komedian Rizky Firdaus Wijaksana alias Uus (26), kini menjadi "pengangguran" karena berhenti mengisi program musik bercampur banyolan "Inbox" SCTV serta kemedi Opera "Van Java" Trans 7.




Berikut ini selengkapnya pengumuman Uus berhenti dari "Inbox" dan "OVJ".
"Hari ini fix banget pengangguran," kicau Uus menanggapi kicauan tweeps terkait tweet kontroversialnya.

Uus belum menjelaskan kenapa dirinya memutuskan menjadi "penggangguran" atau hengkang dari dua program siaran televisi.
Namun, kuat dugaan jika alumnus Universitas Padjadjaran itu dipecat manajemen dua statius televisi swasta karena beberapa jam sebelumnya melontarkan ujaran bernada kebencian melalui media sosial.
Ujaran itu mengarah kepada Imam Besar Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Syihab alias Habib Rizieq.
Uus melontarkan ujarannya mulai Minggu (22/1/2017), jelang Habib Rizieq sedang diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Habib Rizieq diperiksa sebagai saksi terkait dugaan kasus penghinaan rectoverso pada lembaran uang baru dari Bank Indonesia yang disebutnya mirip logo 'palu arit'.
Berikut ini kicauan Uus yang menyerang Habib Rizieq.
Kicauan di atas ditulis untuk menanggapi respon pemilik akun @AlwaasiR yang berkicau, "@Uus__ waduh ulama aja gk dihormati apa lg tuhan."
Tak berhenti di situ, Uus juga memberikan sindiran terhadap spanduk bertuliskan "Sehelai rambut Habib Rizieq jatuh, bukan urusan dengan FPI tapi umat islam".
"Shampo untuk Rizieq. Viralkan! Bantu Rizieq beli shampo!!" kicauannya.
Membaca sejumlah kicauan Uus, tweeps pun geram.
"Karna udh sepih job makanya cari sensasi dgn menjelek"kan ulama, habis bakatnya kurng si, jd harus cari sensasi trs, ciyan uiy," kicau pemilik akun @ayu_ningsih9.

"Rezeki emng Allah yg ngatur..tuh udah dibuktiin lgsg msh blm nyadar? segera tobat,
minta maaf.. umat Islam pemaaf lho," kicau pemilik akun @putraaja_twit.






"Doa ulama yg anda hujat itu di amini oleh jutaan orang umat islam dgn ikhlas, sementara kebencian anda diamini siapa?" kicau pemilik akun @ungku_ungku.

Saat berhenti jadi pengisi acara karena kicauan kontroversialnya, bagaimana nasib Uus yang kini jadi "pengangguran"?
Uus kini diiduga pusing menghadapi masalah merundungnya.
Selain karena diberhentikan dari pekerjaannya, dia juga harus menghadapi kenyataan di-bully netizen.

Akun gosip selebriti pada Instagram @lambenyinyir mem-posting foto Uus terlihat menunduk, mengarahkan pandangan ke layar telepon genggamnya. Sambil melakukan itu, di rumah sakit, dia memegang kepalanya. Dia seperti stres saat membaca sesuatu.


"Kemarin ada nyinyiers yang ketemu mas us us dirumah sakit sama debay dan istri. Kasian mas nya liatin henpon sambil megang kepala. Pasti pusing banyak hujatan eim. Besok besok mas nya kalo mau ngetweet ojo sembarangan lagi ya," tulis admin @lambenyinyir sebagai caption foto Uus di rumah sakit.




Hina Artis K-POP
Sebelumnya, Uus juga sempat menuai kontroversi atas pada Twitter karena menghina sejumlah artis K-Pop hingga menjadi sorotan media Korea Selatan.
Selain itu Uus juga menuai hujatan gara-gara dianggap mengkritik perempuan berhijab yang terlalu fanatik akan K-Pop.
Tak sampai di situ saja, Uus sempat menuding seorang fotografer Indonesia Arbain Rambey tidak menyebutkan kredit namanya dalam candaan yang diunggah Arbain ke media sosialnya.
Tak ingin ada kesalahpahaman, Arbain pun menanggapi tulisan Uus.
Menurut Arbain, ia mendapat candaan tersebut dari akun Path dan tidak mengetahui pemilik asli candaan tersebut.
Tak sedikit pengguna internet yang merisak Uus atas peristiwa tersebut, sebagian pengguna internet malah menganggap Uus sebagai pelawak yang hanya mencari sensasi.
Film
Uus, selain sebagai komedian, juga menjadi penyiar radio dan aktor.
Sejumlah film dibintanginya, yakni:
2014: Malam Minggu Miko The Movie
2015: This Is Cinta
2015: Romeo + Rinjani
2015: Comic 8: Casino Kings
2016: Comic 8: Casino Kings 2
2016: Abdullah & Takeshi
2016: Get Up Stand Up
2016: Hongkong Kasarung.

Wallahu'alam bi Showab, semoga Allah membukakan pintu taufik dan hidayah kepada Uus dan dilancarkan lagi rejekinya...
aamiin aamiin aamiin

Sabtu, 04 Februari 2017

Slamet Subroto, Tukang Cukur Berjiwa Sosial Tinggi Sudah Gratis, Masih Ditambah Kado untuk Yatim Piatu PART 1

Pak Slamet memberi CUKUR GRATIS & MEMBERIKAN KADO kepada ANAK YATIM
SOLO - Pria berkumis tipis ini tidak memiliki jabatan atau posisi penting. Dia hanya sebagai tukang potong rambut. Tapi kedermawanannya bisa dikatakan melebihi jutawan.
Seorang murid kelas 6 SD memegang rambut yang sudah menutupi sebagian matanya sambil duduk menghadap kaca besar. Satriyo Nugroho, nama lengkapnya. Anak 12 tahun itu sudah tak punya ayah dan ibu kandung.
Kress…. helai demi helai rambut hitamnya mulai dicukur. Mimiknya sedikit tegang. Tapi langsung tersenyum lepas ketika mendapatkan bingkisan berwarna hijau. “Senang bisa potong rambut gratis, dapat hadiah juga,” terang dia.
Gratis? Ya, gratis. Adalah Slamet Subroto, pria pemilik jasa potong rambut di kawasan Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari ini memiliki inisiatif memberikan jasa potong gratis khusus anak yatim.
Di kios 2,5x4 meter yang dia gunakan sebagai tempat usaha potong rambut, dia mewujudkan niatnya. Difasilitasi Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Alquran (LKG TPQ), Slamet membuka kuota sebanyak 50 anak yatim untuk potong gratis dalam sepuluh hari mulai tanggal 20-30 bulan ini. “Saya niatkan untuk bersedekah, anak yatim potong gratis,” katanya.
Bermodal niat ikhlas, pria 42 tahun ini mulai melayani anak yatim dari seluruh wilayah Kota Solo. Kedatangan mereka rata-rata diantar oleh guru TPQ dari masjid-masjid. Jika dihitung dengan rupiah, 50 kepala diharga tarif normal, Slamet bisa mengantongi Rp 400.000.


Tapi dia tak silau dengan angka-angka tersebut. Dalam dirinya terbesit keyakinan bahwa apa yang diberikan pasti akan diganti oleh sang pencipta. “Tarif saya sekali potong Rp 8.000. Sehari sekitar 10 sampai 15 orang,” terang dia.
Keyakinan yang dia pegang bukan sebuah mimpi tanpa bukti. Sebelumnya, ayah tiga anak yang sudah lima tahun membuka usaha potong rambut ini selalu merasakan keberkahan dari keikhlasan-keikhlasan yang dilakukan. Bahkan jasa potong rambut yang dibukanya saat ini pun dapat dikatakan sebagai kejutan dari Allah.
“Saya sebelumnya mekanik di sebuah bengkel. Saya ikut orang yang orang itu teman saya sendiri. Bertahun-tahun menjadi montir dirasakan monoton,” kisahnya.
Di tengah-tengah kejenuhannya, datang tawaran dari bos sekaligus kawan lamanya untuk membuka usaha sendiri. Akhirnya dia diberikan seperangkat alat potong rambut lengkap dengan fasilitasnya. Dia tinggal mengoperasikan. Tetapi saat itu Slamet belum dapat menggunakannya.
“Oleh bos saya itu, saya sekaligus dikursuskan potong rambut. Ini berkah bagi saya, karena anak buah yang lain tidak diperhatikan seperti ini,” ungkap dia.
Waktu terus bergulir, dia mampu mengelola usahanya dengan baik. Sampai akhirnya memiliki pelanggan hingga kewalahan melayani. Pria yang tinggal di Plesungan, Mojosongo ini harus mencari  karyawan untuk membantu. “Saya sampai punya empat karyawan, ini juga berkah,” ucapnya. Slamet berharap dengan aktivitas yang dijalani dengan ikhlas mampu menghasilkan keberkahan.

Ketua LKGTPQ Solo Abdul Wahab menuturkan, kebahagiaan anak yatim mampu membawa kehidupan menjadi lebi baik. “Semoga dengan program ini, santri TPQ yatim mendapatkan manfaat dan bisa membahagiakan mereka di awal tahun,” urai dia.